bunaken


Pada awalnya Bunaken adalah sebuah pulau karang (atol) yang morfologinya sedikit bergelombang.Nama Bunaken berasal dari kata “wunekeng” yang berarti sampai atau tiba.Taman laut yang terkenal ditemukan oleh pangeran Bernard ini didirikan pada tahun 1991 terdapat di Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di utara kota Manado Kabupaten Minahasa kotamadya Manado dengan luas 79.056 Ha bagian Utara adalah 62.150 Ha dan luas Bagian Selatan 16.906 Ha,97% dari taman laut ini adlah habital laut dan 3% daratan.Letak geografis 1°35’ – 1°49’ LU, 124°39’ – 124°35’ BT.Bagian utara terdiri dari pulau Bunaken,pulau Manado tua yang berarti tempat yang jauh,pulau Montehage yang berasal dari kata “monte” artinya angin yang berhembus dari depan dan “hage” yang berarti usaha keras untuk sampai ke pulau tersebut,pulau Siladen yang berarti kandas ,pulau Nain berarti kejuahan karena letaknya yang jauh diutara dan terpisah dengan keempat pulau lainnya,pulau Nain Kecil dan sebagian pesisir Tanjung Pisok.Dan bagian selatan yaitu sebagian pesisir Tanjung Kelapa.Ini merupakan ekosistem perairan tropis yang terdiri dari ekosistem hutan bakau,padang lamun,terumbu karang dan daratan/pesisir.Potensi daratannya kaya akan palem,sagu,woka,silar,dan kelapa.Satwa yang ada di pesisir sana adalah kera hitam sulawesi,rusa dan kuskus.ekosistem hutan bakaunya terdiri dari Rhzsophora s.p., Sonneratia sp., Lumnitzera sp., dan Bruguiera sp.,kepiting,udang,molusca,dan berbagai jenis burung laut diantaranya camar,bangau,dara laut dan cangak laut.Jenis ganggangnya Caulerpa sp., Halimeda Padina sp..Ada 13 genera karang yang terdapat di bunaken dan didominasi oleh terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang.Terumbu karang yang paling menarik adalah dinding karang raksasa vertikal keatas atau hangging walls atau underwater great walls sejauh 25-50m yang menjadi tempat kaya makanan bagi ikan-ikan.sekitar 19 jenis ikan hidup di perairan terumbu karang bunaken diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus) hiu,kura-kura,mandarin fish,ikan pari dan ikan purba raja laut (Coleacant) yang hidup dikedalaman 80 meter,dulu ditemukan oleh Mark V. Edmann. Jenis moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus berongga (Nautilus pompillius), dantunikates/ascidian Sejarah kawasan Taman Nasional Bunaken,masyarakatnya mendiami wilayah tersebut sekitar abad ke 15.Masyarakatnya merupakan perpindahan dari pulau Sulawesi dan sekitarnya dari berbagai etnik di Sulawesi.Kehidupan masyarakat Bunaken tidak hanya tergantung pada hasi laut tapi pada saat tertentu atau musim hujan mereka bercocok tanam.Pengetahuan masyarakat tradisional tentang musim tanam mereka dapatkan dari kalender musim untuk mengelola sumber daya alamnya.Masyarakatnya pun berpindah tempat untuk mencari pekerjaan di luar pulau.Pulau Bunaken mulai dikenal sebagai tempat penyelaman sekitar tahun 1970an.Dan cottage sendiri mulai ada tahun 1982.Tahun-tahun sebelumnya semua wisatawan yang berkunjung ke Bunaken harus menginap di Manado. Tanggal 29 Desember tahun 1980, Gubernur Sulawesi Utara telah mengeluarkan Surat Keputusan nomor 224 tahun 1980 tentang obyek wisata laut Manado. Keputusan ini meliputi Pulau Bunaken dan sekitarnya. Gubernur memperluas kawasan ini meliputi perairan Arakan dan Wawontulap yang berada di pesisir Sulawesi, melalui SK nomor 201 tahun 1984, tanggal 15 Oktober 1991, Menteri Kehutanan menetapkan Pulau Bunaken dan sekitarnya, serta Arakan Wawontulap sebagai taman nasional melalui SK bernomor 730/Kpts-II/91 (dikutip dari http://verrianto-madjowa.blogspot.com/2007/02/bab-2-sejarah-kawasan.html). Banyak polemik berkembang karena adanya perebutan pengelolaan antara pemda Minahasa dengan Departemen Kehutanan,salah satunya adalah pemindahan masyarakat Bunaken ke Gorontalo tapi warga menolak.Ini membuktikan bahwa globalisasi membuat pemerintah tidak mementingkan masyarakatnya sendiri tapi malah objek wisatanya. Hukum adat yang masih dipertahankan sampai sekarang adalah hukum tentang cara membangun rumah,berkebun,membuat perahu besar dan perahu bercadik serta peluncurnya.Cara penangkapan ikan menggunakan layang-layangpun masih dipertahankan sampai sekarang disebagian desa.Kesenian yang masih ada tarian cakalele dan tradisi masamper. Sejak dulu pengelolaan Bunaken sudah berbasis pada ecotourism buktinya adalah: Pimpinan tim NRM I di Sulawesi Utara, Graham F. Usher dan Penasehat Pengembangan Masyarakat Arief Wicaksono, pernah menjelaskan bahwa untuk lokasi zona inti, syarat-syaratnya meliputi: 1. Kondisi lingkungan masih asli 2. Keberadaan satwa/flora yang dilindungi atau langka 3. Ekosistem terpadu, antara lain, dilihat dari asosiasi antarhabitat dalam satu ekosistem. 4. Mewakili ekosistem di sekitarnya. 5. Lokasinya merupakan wilayah kunci dalam kesuburan dan kesinambungan ekosistem, misalnya sebagai tempat peneluran ikan atau terumbu sumber benih (source reef). 6. Mempunyai luas yang cukup, minimal 50 hektar atau sekitar 1 kilometer X 1 kilometer. 7. Praktis untuk dikontrol 8. Praktis untuk ditetapkan. Artinya tidak akan menimbulkan konflik kepentingan yang tidak dapat diatasi melalui musyawarah. 9. Mempunyai nilai estetika tinggi, tapi ini tidak mutlak. Walaupun mereka mementingkan ecotourism tapi masyarakat setempat masih tetap saja dirugikan karena zonasi yang ditetapkan hanya untuk kepentingan wista dan rekreasi bukan pada pengembangan masyarakatnya sendiri. Musim kunjungan terbaik: bulan Mei s/d Agustus setiap tahunnya.Cara sampai ke Taman Laut Bunaken dari pelabuahan Manado menggunakan perahu motor ke pulau Siladen (+20 menit),pulau Bunaken (+30 menit),pulau Montehage (+50 menit) dan pulau Nain (+60 menit).Kalau dari Blue Bnater Marina dapat menggunakan kapal pesiar yang ada menuju wista pulau Bunaken,waktu yang ditempuh 10-15 menit.Sedangkan dari NDC menuju lokasi penyelaman di pulau Bunaken menggunakan speedboat sekitar 20 menit. Kegiatan wisata menikmati taman laut dengan cara: sigtseeing (berkeliling) naik perahu berkaca (katamaran), snorkeling (berenang memakai alat pernapasan), diving (menyelam), dan photografi underwater (foto bawah laut); serta berjemur badan dan tamasya pantai. Fasilitas taman laut Bunaken: yaitu perahu berkaca, diving center, cottage (penginapan) homestay,resort, rumah makan, pendopo, dan kios cenderamata,instruktur diving yang menguasai bahasa Inggris,Jerman,Belanda,Prancis. Selain itu Manado sendiri terkenal dengan sebutan 4b yaitu bubur manado,boulevard,bunaken dan bibir manado.Bubur manado adalah makanan khas dari manado,Boulevard adalah sebuah jalan yang ramai dikunjungi warga Sulut,karena dijalan ini terdpat mal-mal,restaurant,dan pusat bisnis lainnya.Boulevard adalah kawasan pertumbuhan ekonomi akibat adanya reklamasi pantai kota Manado.Bibir Manado adalah ungkapan untuk masyarakat Manado karena baik laki-laki maupun perempuan selalu ramah,murah senyum dan supel,tapi jangan disalah artikan kalau wanita Manado gampangan. Harga tiket masuk:mulai tahun 2002 turis asing dikenakan harga 150.000 lalu mereka akan diberikan pin plastik.Penggunaan pin plastik ini tidak hanya dipergunakan di Bunaken saja tapi di marine park di Karibia daan Filipina dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga pin yang dijual di Bunaken.Biaya untuk sekali menyelam sekitar 480.000,jika menyelam dan menginap biayanya 720.000.Tahun 2001, tarif masuk yang dikumpulkan sebesar Rp 419.013.750 juta. Tahun 2002 dana yang masuk Rp 983.750.500. Pada tahun 2003 dana yang dihimpun dari pungutan masuk ini sebesar Rp 1.078.785. Sedangkan tahun 2004 dana yang dipungut dari tarif masuk ini sebesar Rp 1,3 miliar. Taman laut Bunaken mempunyai 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi sampai 1344 meter.12 titik selam terindah yang sering dikunjungi penyelam dan penikmat keindahan pemandangan bawah laut berada dipulau Bunaken. Keindahan taman lautnya dapat dilihat pada lokasi-lokasi yang disebut dengan Lekuan 1, 2, dan 3, Fukui, Mandolin, Tanjung Paragi, Ron’s Point, Sachiko Point, Pangalisang, Muka Kampung, dan Bunaken Timur. Taman laut ini memiliki salah satu biodiversitas atau keanekaragaman hayati (mencakup segala kehidupan dan dapat dikelompokan menurut skala organisasi biologisnya yaitu gen,spesies tumbuhan,hewan,mikroorganisme,serta ekosistem dan proses ekologi bentuk kehidupan ini adalah bagiannya)(http://id.wikipedia.org/wiki/Biodiversitas) DAMPAK GLOBALISASI Bidang ekonomi Globalisasi membuat batas-batas wilayah negara diabaikan karena perdagangan bebas,Indonesia sendiri sudah masuk dalam negara yang menggunakan sistem itu.Akibatnya untuk pariwisata Indononesia khususnya Bunaken,pemerintah semakin gencar mempromosikan pada dunia tapi tidak mempedulikan masyarakat sekitar.Contohnya saja masyarakat Bunaken sendiri sempat ingin dipindahkan dari daerahnya ke gorontalo.Pemerintah tidak memberdayakan masyarakatnya,tapi malah memilih tenaga kerja asing untuk mengelola wisata.Investasi oleh asing dapat membahayakan kestabilan ekonomi negara karena kita tergantung pada mereka. Bidang Sosial Budaya Lunturnya kebudayaan masyarakat sekitar karena adanya modernisasi, sehingga hanya ada sedikit kesenian yang masih ada sampai sekarang.Perilaku konsumtif dan westernisasi.Hukum adat yang tidak berlaku lagi sekarang. Data statistik kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara tahun 2006-2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s