Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat


Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana resmi  Sultan Yogyakarta yang terletak dipusat kota Yogyakarta.Keraton sampai saat ini masi digunakan sebagai rumah tinggal Sultan dan keluarganya.Keraton Yogyakarta didirikan tahun 1755 atau tahun jawa  1682 setelah perjanjian Giyanti oleh Sultan Hamengkubuwono I atau Pangeran Mangkubumi Sukowati.Keraton ini adalah bekas sebuah pesanggrahan.Versi lain ini mengatakan keratin merpakan sebuah mata air yang berada di tengah hutan Beringan.Sebelum tinggal di keratin Sultan tinggal di pesanggrahan ambar ketawang.Keraton ini merupakan istana Jawa dengan arsitektur terbaik yang memiliki balairung-balairung mewah dan pavilion serta lapangan.Keahliannya dalam bidang arsitektur dihargai oleh ilmuwan dari kebangsaan Belanda bernama Dr,Pigeun dan Dr.Adam yang mengganggapnya sebagai “arsitek saudara Pakualaman II”.Bentuk istana sekarang in adalah hasil pemugaran dan restorasi dari Hamengkubuwono VIII.Keraton ini juga merupakan salah satu objek wisata di Yogyakarta,karena bagian-bagian keraton adalah museum.

Tata ruang kraton dari utara ke selatan adalah yaitu dari utara dari gapura gladag sampai plengkung nirboyo di selatan.Bagian utama keraton adalah kompleks Alun-alun Ler (Lapangan Utara) dan Mesjid Gedhe (Masjid Raya Kerajaan); Kompleks Pagelaran, Kompleks Siti Hinggil Ler, Kompleks Kamandhungan Ler; Kompleks Sri Manganti; Kompleks Kedhaton; Kompleks Kamagangan; Kompleks Kamandhungan Kidul; Kompleks Siti Hinggil Kidul (sekarang disebut Sasana Hinggil); serta Alun-alun Kidul (Lapangan Selatan) dan Plengkung Nirbaya yang biasa disebut Plengkung Gadhing.Selain bagian-bagian utama ada bagian lain yaitu kompleks pracimosono,kompleks taman sari,kompleks roto wijayan,kompleks keraton kilen,kompleks istana putra mahkota.Selain diluar ada juga tugu pal putih,gedong krapyak,ndalem kepatihan(istana perdana mentri),dan pasar Beringharjo.

Arsitekturnya bergaya jawa tradisional,dan terdapat bagian yang bergaya Cina,Portugis dan Belanda.Bangunanya khas rumah adat jawa yaitu joglo yang atapnya trapezium dan terbuat dari sirap,genting tanah,dan seng yang berwarna merah atau kelabu.Disangga oleh saka guru yang berwarna gelap atau hijau tua.Tiap bangunan berbeda fungsi  dilihat dengan kedekatannya dengan jabatan penggunanya.Semakin rendah jabatannya maka semakin sedikit atau semakin sederhana ornamennya atau bahkan tidak menggunakan ornamen.

Bangunan Kraton terdiri dari tujuh bangsal yang masing-masing dibatasi oleh regol atau pintu masuk yaitu regol brojonolo,sri manganti,kamagangan,danapratopo,gadung mlati,dan kamandungan.Ada 5 pintu masuk kraton atau plengkung yaitu wijilan,gading,ngasem,taman sari,gondomanan.Prajurit Keraton:Jogokarya,Mantrijero,Bugis.

Kompleks depan terdiri dari gladag-panurakan,alun-alun lor dan masjid gede kauman.Kompleks inti:sitihinggi ler,kemandungan lor,sri menganti,kedaton, kemagangan, kemandungan kidul,sitihinggil kidul.Komplek belakang:alun-alun kidul,plengkung nirbaya.

Warisan budaya:garebeg,sekaten,tumplak wajik,upacara siraman,labuhan.

Lambang kebesaran:KK Ampilan sebenarnya merupakan satu set benda-benda penanda martabat Sultan. Benda-benda tersebut adalah Dampar Kencana (singgasana emas) berikut Pancadan/Amparan (tempat tumpuan kaki Sultan di muka singgasana) dan Dampar Cepuri (untuk meletakkan seperangkat sirih pinang di sebelah kanan singgasana Sultan); Panah (anak panah); Gendhewa (busur panah); Pedang; Tameng (perisai); Elar Badhak (kipas dari bulu merak); KK Alquran (manuskrip Kitab Suci tulisan tangan); Sajadah (karpet/tikar ibadah); Songsong (payung kebesaran); dan beberapa Tombak. KK Ampilan ini selalu berada di sekitar Sultan saat upacara resmi kerajaan (royal ceremony) diselenggarakan. Berbeda dengan KK Upocoro, pusaka KK Ampilan dibawa oleh sekelompok ibu-ibu/nenek-nenek yang sudah menopause

Masa pemerintahan Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono I (GRM Sujono) memerintah tahun 1755-1792.Sri Sultan Hamengku Buwono II (GRM Sundoro) memerintah tahun 1792-1812.Sri Sultan Hamengku Buwono III (GRM Surojo) memimpin tahun 1812-1814.Sri Sultan Hamengku Buwono IV (GRM Ibnu Djarot) memerintah tahun 1814-1823.Sri Sultan Hamengku Buwono V (GRM Gathot Menol) memerintah tahun 1823-1855.Sri Sultan Hamengku Buwono VI (GRM Mustojo) memerintah tahun 1855-1877.Sri Sultan Hamengku Buwono VII (GRM Murtedjo) memerintah tahun 1877-1921.Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (GRM Sudjadi) memerintah tahun 1921-1939.Sri Sultan Hamengku Buwono IX (GRM Dorojatun) memimpin tahun 1940-1988.Sri Sultan Hamengku Buwono X (GRM Hardjuno Darpito) memimpin tahun 1989 – sekarang.

Mangkubumi adalah sebutan untuk perdana mentri yang pernah dipakai di Jawa,Kalimantan,dan Sumatera.Berasal dari bahasa Jawa “mahapa“ih hamengkubumi” atau patih atau mangkubumi.Dulu mangkubumi dijabat oleh orang selain bangsawan tapi sekarang dijabat oleh keturunan  raja atau bangsawan.Yang pernah menjabat adalah Hamengkubuwono I,Pangera Tapasana,Pangeran Hidayatullah.

Pemilihan Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan Mangkubumi tidaklah mudah karena pangeran Mangkubumi tidak berada  di Yogya.Belanda menginginkan Mangkubumi berkuasa di Surabaya tapi Sultan tidak menginginkannya karena strategis di  Yogyakarta.Fitur penting dari pemilihan dan perencanaan Yogyakarta adalah yaitu digunakannya kembali poros filosofis Hindu-jawa yaitu poros kehidupan manusia yang disimbolkan dengan gunung-keraton-laut selatan.Gambaran kosmis Pangeran Mangkubumi adalah dimulai dari gunung merapi sebagai simbolisasi kehidupan dan puncak tertinggi kehidupan berlanjut dengan tugu gilig gumulog yang menandai awal kehidupan.Tugu yang dimaksud bukanlah tugu yang sekarang ada,tugu itu konon berada di depan stasiun tugu,runtuh akibat gempa.Tugu yang sekarang adlah adlah hadiah dari Belanda.Tugu lama dapat dilihat di diorama Benteng Vredenburg.Sebelum mencapai poros keraton kita akan melewati malioboro.Malioboro adalah simbolisasi dari masa muda yang menuntut ilmu .Jadi Malioboro adalah perwujudan dari semangat muda yang menuntut  ilmu pada ahlinya.Berlanjut ke pasar Beringharjo menggambarkan masa muda merintis ke kemuliaan.Alun-alun utama adalah symbol manusia yang mantap,luas kehidupannya dan bertemu dengan masyarakat.Fungsi dari alun-alun adalah untuk acara masyarakat yang berhubunga dengan keraton dan juga masjid gede,contohnya Grebeg maulud.Poros berlanjut ke alun-alun selatan dahulu alun-alun sselatan sangatlah sepi karena tidak banyak pemukiman warga hanya ada beberapa peliharaan gajah.Dan artinya sebagai hari tua yang mulai ditinggalkan orang.Poros lain adalah plengkung gading sebagai akhir dari kehidupan manusia,Raja-raja hanya melewati plengkung gading ketika mangkat dan hendak dimakamkan.

Regalia merupakan pusaka yang menyimbolkan karakter Sultan Yogyakarta dalam memimpin negara berikut rakyatnya.Regalia yang dimiliki oleh terdiri dari berbagai benda yang memiliki makna tersendiri yang kesemuanya secara bersama-sama disebut KK Upocoro. Macam benda dan dan maknanya sebagai berikut:

  1. Banyak (berwujud angsa) menyimbolkan kelurusan, kejujuran, serta kesiap siagaan serta ketajaman;
  2. Dhalang (berwujud kijang) menyimbolkan kecerdasan dan ketangkasan;
  3. Sawung (berwujud ayam jantan) menyimbolkan kejantanan dan rasa tanggung jawab;
  4. Galing (berwujud burung merak jantan) menyimbolkan kemuliaan, keagungan, dan keindahan;
  5. Hardawalika (berwujud raja ular naga) menyimbolkan kekuatan;
  6. Kutuk (berwujud kotak uang) menyimbolkan kemurahan hati dan kedermawanan;
  7. Kacu Mas (berwujud tempat saputangan emas) menyimbolkan kesucian dan kemurnian;
  8. Kandhil (berwujud lentera minyak) menyimbolkan penerangan dan pencerahan; dan
  9. Cepuri (berwujud nampan sirih pinang), Wadhah Ses (berwujud kotak rokok), dan Kecohan (berwujud tempat meludah sirih pinang) menyimbolkan proses membuat keputusan/kebijakan negara.

KK Upocoro selalu ditempatkan di belakang Sultan saat upacara resmi kenegaraan (state ceremony) dilangsungkan.Pusaka ini dibawa oleh sekelompok gadis remaja yang disebut dengan abdi-Dalem Manggung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s