ngaben upacara sakral umat Bali


Asal kata ngaben adalah dari kata beya yang artinya bekal,ada juga yang mengatakan dari kata ngabu,dll.Dalam Hindhu diyakini,Dewa Brahma yaitu Dewa pencipta juga dewa api.Jadi ngaben adalah upacara penyudian roh kepada brahma atau Dewa Pencipta.

Ngaben atau sering juga disebut pelebon adalah upacara pembakaran jenasah umat  Hindhu di Bali yang wajib dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan leluhurkanya.Artikel yang ditulis tentang pitra yadnya bahwa badan manusia terdiri dari bahan kasar,bahan halus,dan bahan karma.Bahan kasar manusia terdiri dari 5 ynsur yaitu:Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi(zat padat,apah(zat cair),teja(zat panas,bayu(angin),dan akasa(ruang hampa).Kelima unsur ini membentuk kesatauan antara fisik dan roh.Ngaben ini penyucian bahan kasar dari roh.

Upacara Ngaben ini dilakukan untuk membebaskan  arwah leluhur dari ikatan duniawi menuju surga dan bereinkarnasi .

            Upacara ini memakan biaya yang cukup besar sekitar 15-20 juta.Upacara ini dilakukan dengan ramai dan meriah.Maka dari itu upacara ini biasanya tidak segera dilaksanakan bagi kelurga yang tidak mampu karena biaya.sebelum upacara dapat dilaksanakan keluarga dapat menyimpan jenasah dirumah atau menguburkanya terlebih dahulu,tapi biasanya arwah orang yang meninggal tidak tenang dan ingin membebaskan diri menurut kepercayaan orang Bali.bagi umat yang tidak mampu melaksanakan upacara Ngaben ini,mereka akan melakukan bersama-sama yaitu dengan upacara masal.Bagi umat yang mampu upacara Ngaben dilaksanakan sendiri dan bisa dalam waktu 3 hari.Upacara ini juga tidak sembarang dilakukan setiap hari,hari baik akan dipilik oleh para pendeta/pedanda melalui kalender yang ada dan biasanya tidak lebih dari 7 hari.Selagi menunggu hari baik maka dipersiapkan “bade atau lembu”yang terbuat dari bamboo,kayu,kertas berwarna-warni sesuai dengan kedudukan social ekonomi yang ada.

Prosesi ngaben dilakukan dengan proses upacara serta sarana upakara yaitu sajen dan kelengkapanya,seperti upacara biasa di Bali.Ngaben hanya dilakukan untuk jenasah yang masi ada dan utuh.Setiap prosesi memerlukan sesajen yang berbeda-beda.Prosesi pertama adalah “nyirami” yaitu memandikan jenasah oleh kum Brahmana karena status kedudukanya paling tinggi.lalu jenasah akan mengenakan pakaian adat bali lengkap.setelah itu adalah prosesi “ngajum” yaitu proses pelepasan roh dengan membuat simbol-simbol menggunakan kain bergambar unsur-unsur penyucian roh.

Pada hari sebelum upacara dimulai segenap keluarga dan handai taulan memberikan penghormatan terakhir dan biasanya disajikan makan dan minum.pada tengah hari jenasah dibawah ketempat upacara yaitu kuburan desa setempat.Dari rumah jenash ditempatkan di padma atau rumah tuhan sesampainya di tempat upacara jenasah diletakan di sarkofagus berbentuk patung lembu yang sudah dibuat.Perjalanan jenasah menuju tempat upacara diiringi dengan “gamelan” dan “kidung”beramai-ramai diikuti dengan keluarga dan masyarakat.Didepan “bade”terdapat kain putih panjang sebagai pembuka jalan arwah ke tempat asalnya.Disetiap pertigaan atau perempatan “bade” diputar 3 kali.Lalu dilakukan kembali upacara praline yaitu upacara penyucian roh oleh kaum pendeta dan brahmana.mantra-mantra yang diucapkan pendeta menandakan api abstrak untuk peleburan kekotoran atma yang melekat.Kemudian dilakukan pembakarang jenasah dengan api konkrit,dengan kayu bakar.jaman sekarang pembakaran dilakukan dengan api dari kompor minyak tanah yang menggunakan angin.Waktu yang diperlukan 1 jam untuk pembakaran. Setelah pembakaran,abu jenasah ditempatkan di buah kelapa gading dan sirangkai menjadi sekah dan dapat dibuang ke sungai atau laut terdekat.Ada catatan lain untuk bayi dibawah umur 42 hari atau bayi yang belum tanggal giginya harus dikubur.

Status kelahiran kembali roh ysng meninggal dunia berhubungan erat dengan karma dan perbuatan semasa hidupnya.Terdapat kepercayaan bahwa roh leluhur akan kembali kelingkaran keluarga melalui reinkarnasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s